Caption : PNIB bersama PN Nyawiji Surabaya,BEM PTNU DAN FMPN Jawa Timur gelar Kirab Merah Putih dan Parade Budaya dalam Peringati Hari Pahlawan dan Hari Toleransi Nasional di kawasan Hotel Yamato (Hotel Majapahit),Minggu(30/11/25).
SURABAYA /JATIM , ASPIRANEWS.ID – Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama PN Nyawiji Surabaya, BEM PTNU, dan Forum Mahasiswa Pagar Nusa (FMPN) Jawa Timur menggelar Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara untuk memperingati Hari Pahlawan dan Hari Toleransi Nasional, Minggu (30/11). Kirab dimulai dari Taman Apsari dan berakhir di kawasan bersejarah Hotel Yamato (Hotel Majapahit) dengan doa bersama untuk para pejuang 10 November 1945, Minggu (30/11/25).
Ketum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), menegaskan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat nilai kebangsaan serta menjaga ruang publik dari paham dan provokasi yang dianggap dapat memecah belah persatuan bangsa. Ia juga menyampaikan penolakan terhadap rencana Reuni 212 yang dinilai bertentangan dengan semangat kebhinnekaan.
Ribuan peserta dari Surabaya dan daerah sekitarnya mengikuti kirab tersebut. PNIB menyebut kegiatan ini sebagai simbol bahwa patriotisme harus diwujudkan melalui komitmen menjaga keberagaman, moderasi beragama, dan sikap tegas terhadap ideologi yang bertentangan dengan konstitusi.
Kegiatan ditutup dengan orasi dari perwakilan PN Nyawiji, BEM PTNU, FMPN, dan Gus Wal, yang menyerukan agar pemerintah pusat maupun daerah tidak memberikan izin penyelenggaraan Reuni 212. Acara kemudian diakhiri dengan doa lintas agama untuk keselamatan bangsa dan warga terdampak bencana di berbagai daerah.
(SWR)






