Opini: Herman Latif(Pimpinan Media Aspiranews.id sekaligus Wakil Ketua DPW Pro PJS Sultra).
KENDARI, ASPIRANEWS.ID — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Kelurahan Anggoeya, Kota Kendari, saat keluarga besar bersama masyarakat sekitar berkumpul dalam rangka tahlilan dan doa bersama untuk almarhumah Sunarti binti Baso. Almarhumah telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis, 9 April 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai sosok ibu yang penuh kasih dan pengabdian. Ia mendedikasikan hidupnya untuk keluarga, meninggalkan tujuh orang anak dan 20 cucu yang kini merasakan kehilangan mendalam atas sosok panutan dalam keluarga. Nilai-nilai kehidupan, keteladanan, serta kehangatan yang beliau tanamkan menjadi warisan berharga yang akan terus hidup dalam ingatan keluarga.
Pelaksanaan tahlilan dan doa bersama ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antaranggota keluarga dan masyarakat. Dalam suasana kebersamaan tersebut, tampak jelas bahwa duka yang dirasakan menjadi lebih ringan ketika dipikul bersama.
Selain mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan hakikat kehidupan yang fana. Bahwa setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada-Nya, dan yang tersisa hanyalah amal ibadah serta kebaikan yang pernah ditanamkan selama hidup.
Melalui kesempatan ini, keluarga besar turut memohon doa dari seluruh pihak agar almarhumah Sunarti binti Baso diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Semoga kebersamaan dalam tahlilan ini menjadi penguat dalam menghadapi duka, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kepedulian sosial, saling mendoakan, dan mempererat tali silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.
Al-Fatihah.






