Gus Yusuf Chudlori Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35

Caption :Diskusi sosok Gus Yusuf Chudlori dan  KH.Iman Jasuli Santri Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35,Sabtu(07/02/26).

 

MAGELANG – ASPIRANEWS.ID – 
Dinamika menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 kian menghangat. Sejumlah nama mulai mencuat, salah satunya KH. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, yang belakangan mendapat dukungan luas sebagai calon Ketua Umum PBNU. Keputusannya meninggalkan seluruh jabatan struktural di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipandang sebagai langkah strategis untuk fokus berkhidmat di jalur organisasi keumatan,Sabtu(07/02/26).

Gus Yusuf memiliki modal kuat sebagai santri tulen dan penerus tradisi pesantren. Ia merupakan pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang—pondok pesantren tempat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menimba ilmu—serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Sanad keilmuan, jaringan kiai, dan legitimasi kulturalnya di kalangan Nahdliyin menjadikannya figur yang diterima luas, khususnya di basis NU Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga:  Tingkatkan Profesionalitas, Dirbinmas Polda Jatim Beri Arahan Ratusan Bhabinkamtibmas Polres Malang

Kedekatan dengan akar rumput menjadi kekuatan lain yang menonjol. Gus Yusuf dikenal aktif berdakwah hingga pelosok desa, bukan sekadar figur elit organisasi. Gaya komunikasinya yang sejuk, lugas, dan membumi membuatnya mudah diterima lintas generasi, sekaligus memahami langsung persoalan umat di tingkat grassroot.

Aspek independensi politik juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Mundurnya Gus Yusuf dari politik praktis dipandang sebagai komitmen menjaga NU tetap berada di khittah-nya, bebas dari kepentingan partisan. Sikap ini dinilai sejalan dengan harapan banyak warga NU agar organisasi tetap menjadi rumah besar umat yang moderat, inklusif, dan berwatak kebangsaan.

Dengan kombinasi latar belakang ulama pesantren, kematangan intelektual dan spiritual, rekam jejak pengabdian, serta dukungan kuat dari kalangan muda, Gus Yusuf Chudlori dinilai banyak pihak sebagai figur yang layak memimpin PBNU ke depan. Sosoknya dianggap mampu membawa NU menuju Muktamar ke-35 dengan semangat kemandirian, martabat organisasi, dan khidmat yang lebih kuat bagi umat dan bangsa. (SWR)

Pos terkait