Satu Abad NU, BEM PTNU DIY Serukan Peneguhan Khittah Hadapi Abad Kedua

Caption : Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, mengharapkan NU di abad kedua untuk tetap berpijak pada Khittah 1926.

 

 

YOGYAKARTA , ASPIRANEWS.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM PTNU DIY) memperingati satu abad Masehi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang jam’iyyah yang selama satu abad berkontribusi besar dalam kehidupan keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di Indonesia, Jum’at (06/02/26).

Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan rekam jejak perjuangan para ulama dan warga Nahdliyin dalam merawat peradaban serta menjaga nilai Islam moderat di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Baca Juga:  Perjalanan Lilir Seta Wijaya (Lilirpotrait): Dari Hobi Menjadi Fotografer Profesional

Memasuki abad kedua Masehi, BEM PTNU DIY menekankan pentingnya NU untuk tetap berpijak pada Khittah 1926 sebagai kompas moral perjuangan. Adaptasi terhadap perkembangan zaman dinilai perlu, namun tidak boleh mengesampingkan nilai dasar, tradisi keilmuan, serta prinsip keorganisasian yang menjadi fondasi NU sejak awal berdiri.

Dalam kesempatan tersebut, BEM PTNU DIY juga menyoroti penggunaan simbol dan identitas Nahdlatul Ulama di ruang publik, khususnya dalam aktivitas dakwah dan media sosial. Identitas ke-NU-an diharapkan tidak berhenti pada simbol semata, tetapi tercermin dalam sikap, etika, dan narasi yang sejalan dengan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sebagai penutup, BEM PTNU DIY mendorong penguatan peran Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) agar dakwah NU tetap berada dalam koridor khittah, berlandaskan keilmuan dan akhlak, serta terhindar dari kepentingan sesaat. Abad kedua NU diharapkan menjadi fase penguatan jati diri dan kejernihan sikap dalam menjawab tantangan zaman.
(SWR)

Pos terkait