20 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Rusak di Sonobekel Nganjuk Viral dan Tuai Keluhan Warga

Caption : situasi dan kondisi jalan  jalur penghubung antara Desa di Kecamatan Tanjunganom yang lagi viral,Sabtu (07/03/26).

 

NGANJUK – JATIM, ASPIRANEWS.ID – 
Kerusakan jalan di jalur penghubung Desa Getas – Desa Bungur yang melintasi Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk kembali menjadi sorotan publik. Jalan yang dilaporkan telah rusak selama bertahun-tahun itu hingga kini belum juga mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

 

Pantauan aspiranews.id di lapangan pada Sabtu (7/3/2026) menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Sepanjang kurang lebih 2 kilometer, badan jalan dipenuhi lubang besar dan permukaan aspal yang telah hancur. Kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Desa Sumengko yang berada pada jalur yang sama.

 

Kondisi tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial seperti TikTok, Facebook, hingga Snack Video. Sejumlah aktivis dan LSM yang dikenal dengan sebutan Anak Jalanan bahkan melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan.

Baca Juga:  Polres Sumenep Amankan Puluhan Dos Berisi Miras Dari Dua Cafe, 34 Pengunjung Ditest Urine

Video aksi tersebut diunggah oleh akun Nganjuk Nyawiji dan menuai berbagai komentar dari warganet yang mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Padahal, jalur Desa Getas – Desa Bungur merupakan jalan daerah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Jalur ini juga dikenal sebagai akses alternatif strategis yang sering digunakan masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk pengguna jalan yang menuju arah Nganjuk maupun Kediri.

 

Warga menyebut jalan tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari. Jalur itu digunakan oleh pelajar, pekerja perusahaan, hingga aparatur sipil negara (ASN) yang setiap hari melintas. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi akses distribusi hasil pertanian dan perdagangan masyarakat.
Namun ironisnya, menurut warga setempat, jalan tersebut disebut sudah hampir 20 tahun tidak pernah mendapatkan perbaikan yang layak.
Sebenarnya setiap tahun sudah diusulkan. Dari musyawarah desa sampai dibawa ke musyawarah kecamatan, sudah berkali-kali. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ungkap salah satu warga berinisial AY kepada awak media.

Akibat kondisi jalan yang rusak parah, kecelakaan lalu lintas juga sering terjadi. Pengendara kerap harus berebut jalur untuk menghindari lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang jalan.
Sering anak sekolah maupun warga jatuh karena menghindari lubang. Kalau hujan lebih berbahaya lagi, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air,” ujar AY.
Situasi tersebut membuat warga semakin resah, terutama karena jalur tersebut tetap digunakan setiap hari oleh masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk segera turun tangan melakukan perbaikan, sebelum kembali memakan korban kecelakaan.

Baca Juga:  Quick Wins Presisi, Kapolres Konawe Selatan Curhat Bersama Warga Desa Bungin Permai Kecamatan Tinanggea

AY juga mempertanyakan kebijakan pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak merata.
Kadang jalan yang sepi justru diperbaiki, tapi jalan utama yang setiap hari dilalui masyarakat malah dibiarkan rusak seperti ini,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu tindakan konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan yang telah lama menjadi keluhan warga tersebut.
(Bg)

Pos terkait