Usai Disorot Negatif, Warganet Ramai Bela Pendiri IAI Rawa Aopa ‎

Ketgam: Ilustrasi IA

‎Konawe Selatan, Aspiranews.id _ Pemberitaan bernuansa negatif yang sempat beredar di media sosial memicu beragam respons dari publik. Sejumlah warganet justru menyampaikan dukungan terhadap salah satu pendiri Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, alih-alih ikut menyudutkan pihak yang diberitakan,”sabtu (18/04/2026/

‎Di platform Facebook, berbagai komentar bernada pembelaan terus bermunculan. Warganet menilai informasi yang beredar perlu disikapi secara hati-hati dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk menilai seseorang secara sepihak.

‎Salah satu pengguna Facebook, Anhy R, mempertanyakan kesesuaian isi video yang beredar dengan narasi dugaan pelecehan yang ramai diberitakan. Ia menilai terdapat kejanggalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

‎“Pelecehan tapi Kok ketawa-ketawa bersama ya?” ujarnya, sembari meminta agar video tersebut diusut secara menyeluruh.

Baca Juga:  Pendaftaran Calon Anggota Kompolnas 2024-2029 Ditutup, 137 Orang Mendaftar

‎Komentar serupa juga disampaikan pengguna lain, Armin Ukbadar, dalam salah satu unggahan akun Kendariinfocom Ia menyebut sosok pendiri yayasan yang dimaksud dikenal memiliki kepribadian baik di lingkungan masyarakat.

‎”Bapak dewan pendiri orang yang sangat baik, tolong jangan lagi buat fitnah yang tidak jelas itu, beliau terkenal ramah dan peduli dengan siapapun, IAI Rawa Aopa tetap yang terbaik di Konsel“ tulisnya.

‎Selain itu, sejumlah warganet lain turut menyuarakan dugaan adanya pihak tertentu yang sengaja menggiring opini publik untuk merusak citra kampus maupun pribadi pendiri yayasan.

‎“Saya percaya pasti ada yang sengaja untk menjatuhkan nama baik secara lembaga maupun keluarga besar pendiri.

Baca Juga:  PNIB : Harkitnas Momentum Kesadaran Bahwa Kekuatan Terbesar Bangsa Ada Saat Indonesia Bersatu Tanpa Intoleransi, Khilafah dan Terorisme

‎Semoga fitnah ini terjawab dan membuahkan hasil positif terhadap pribadi pendiri Aamiin,” tulis pengguna lainnya

‎Fenomena ini menunjukkan bahwa publik sudah cerdas dan tidak serta-merta menerima informasi yang beredar tanpa verifikasi terlebih dahulu.

Laporan: Fn

Pos terkait