‎Usai Diperiksa Penyidik  Ketua Tim Hukum IAI Rawa Aopa Sebut Membantah Semua Tuduhan

Ketgam: Tim Hukum IAI Rawa Aopa, (Foto: Fn)

Kendari, Aspiranews.id _ Ketua Tim Hukum Institut Agama Islam Rawa Aopa, Aminuddin, membantah semua tuduhan atas laporan terhadap kliennya, usai memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resort (Polres) Kendari, Senin (20/4/2026).

‎Aminuddin mengatakan, kehadiran kliennya merupakan bentuk kepatuhan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, mereka memenuhi panggilan penyidik terkait laporan yang ditujukan kepada salah satu pendiri yayasan IAI Rawa Aopa.

‎“Kami hadir untuk memenuhi panggilan penyidik di Polres Kendari atas laporan yang dialamatkan kepada klien kami,” ujarnya

‎Dalam pemeriksaan tersebut, Aminuddin menyebut, pihaknya telah menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penyidik, dan menegaskan bahwa kliennya membantah seluruh tuduhan yang disampaikan dalam laporan.

‎“Seluruh pertanyaan telah dijawab dengan baik, klien kami bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung,” katanya

‎Hal senada juga di ungkapkan oleh salah satu tim hukum IAI Rawa Aopa, Abd Kadir, mengatakan tuduhan yang di alamat kan kepada kliennya di banta  seluruhnya.

‎”Tidak benar apa yang dituduhkan, termaksud pemberitaan yang di beritakan bahwa ada pelecehan, sama penyidik juga sudah kami Klarifikasi terkait sangkaan mereka,” ucapnya

‎Lebih lanjut, Abd Kadir, menjelaskan bahwa polemik yang terjadi merupakan salah satu upaya untuk menjatuhkan nama baik yayasan maupun institusi pendidikan IAI Rawa Aopa.

‎”Sekali lagi ini upaya mereka untuk merusak nama baik kampus IAI Rawa Aopa, sehingga hanya dengan cari ini mereka merusak nama baik kampus, kami tegaskan akan mengkaji lebih lanjut terhadap tuduhan yang  beberapa hari terakhir ini yang di alamat kepada Klien kami, jika memenuhi unsur pidana, kami akan laporkan,”jelasnya

Baca Juga:  PNIB Soroti Maraknya OTT Kepala Daerah, Korupsi Dinilai Picu Intoleransi dan Radikalisme
Ketgam: Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa, Mardan, S.KM., M.Si

‎sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, menilai bahwa pemberitaan yang berkembang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan institusi perguruan tinggi, serta cenderung diarahkan pada isu-isu lama yang telah selesai.

‎“Menyikapi pemberitaan yang melibatkan dewan pendiri YPPT Al Asri, menurut kami hal ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan lembaga perguruan tinggi,” pungkasnya

‎ketua yayasan IAI Rawa Aopa menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Tenggara untuk tidak mudah terprovokasi atas isu-isu yang sedang digiring oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk merusak citra Kampus.

Laporan: Fn

Pos terkait