PNIB Ucapkan Selamat untuk Rois Aam dan Ketum PBNU Terpilih

Caption : Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho mengucapkan Selamat untuk Rois Aam dan Ketum PBNU Terpilih,Senin (31/08/26).

 

 

JOMBANG( JATIM) , ASPIRANEWS.ID
31 Agustus 2026,Perhelatan Muktamar NU ke 35 menghasilkan pucuk pimpinan baru. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) didaulat menahkodai PBNU, bersama KH Miftachul Akhyar yang terpilih sebagai Rais Aam masa khidmah 2026-2031.

Keputusan tersebut disambut dengan hormat dan legawa oleh banyak pihak. Termasuk ormas kebhinekaan lintas Agama, budaya dan tradisi Pejuang Nusantara Indoensia Bersatu (PNIB) yang bermarkas di Jombang.

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) dalam pernyataan resmi kepada awak media mengucapkan rasa syukur atas usainya suksesi kepemimpinan organisasi Islam terbesar di dunia ini.

Baca Juga:  Polisi Lakukan Pengamanan 67 Gereja di Malang Saat Perayaan Kenaikan Isa Almasih

“Alhamdulillah, wa syukurillah. PBNU memiliki nahkoda baru yang Insya Allah Istiqomah mengarahkan kapal besar Nahdatul Ulama melintasi samudra zaman” ucap Gus Wal melalui sambungan telepon.

Sebagai organisasi berbasis massa tradisional pesantren, PNIB berharap momentum terpilihnya Gus Kikin menjadi tonggak kembalinya tradisi kultural pesantren yang selama ini mengalami gesekan internal dampak dinamika politik.

PNIB mengingatkan kembali pentingnya JAS-MERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) dan JAS-HIJAU (Jangan sekali-kali hilangkan jasa Ulama)

“Mengembalikan tradisi Islam Nusantara yang toleran pada akar budaya bangsa kami harap menjadi agenda utama pimpinan PBNU bersama Nakhoda Baru Gus Kikin. Kembali ke khitah dengan semangat memegang teguh JAS-MERAH dan JAS-HIJAU. Nahdliyin masih mampu bertahan dalam kerasnya perkembangan zaman karena masih ada yang berjuang mempertahankan kedua filosofi kebangsaan tersebut”, imbuh Gus Wal.

Baca Juga:  Berawal dari iseng saat Pandemi, Gede Artadika Sukses Jadi Content Creator

NU sebagai organisasi Islam akar rumput kedepannya akan lebih banyak menghadapi banyak tantangan dan godaan. Gus Wal memberikan catatan penting terkait pesan para pendiri NU

“Hidupilah NU, jangan mencari hidup di NU adalah nasihat dari salah satu pendiri NU, KH. Abdul Wahab Chasbullah yang menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi. Perjuangan di ruang organisasi akan berumur panjang jika kita memegang dawuh Mbah Yai Wahab Chasbullah tersebut. Sebaliknya akan berumur pendek saat kita justru mencari hidup di NU” jelas Gus Wal.

PNIB berkomitmen kuat mendukung kepengurusan PBNU baru yang merupakan keputusan terbaik hasil permusyawarahan semua pihak dan hasil tertinggi keputusan organisasi melalui AHWA. Kami Berharap dan Berdoa Apapun Keputusan Muktamar NU ke 35 bisa diterima, dihormati, ditaati, dan dipatuhi oleh segenap nahdliyin, terang Gus Wal.

Baca Juga:  Tatap Muka dengan Tokoh Nelayan, Kapolres Situbondo Beri Bantuan Life Jacket untuk Keselamatan di Laut

“Bukan selamat bekerja, tapi selamat berjuang dan berkhidmat kami ucapkan untuk kepengurusan PBNU 2026-2031. Kejayaan Islam tradisional ada di tangan orang-orang yang Istiqomah yang 90 persen memikirkan umat dan 10 persen untuk keluarga. Tetap waspada akan bahaya laten intoleransi, radikalisme, terorisme dan infiltrasi asing” pungkas Gus Wal

(SWR)

Pos terkait