Gercep, Polisi Bersama TNI dan Relawan Padamkan Kebakaran Lahan di Karangsuko Trenggalek

Caption: petugas gabungan yang terdiri dari personel Polres Trenggalek, TNI dari Kodim 0806, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Perhutani, LMDH, relawan dan warga setempat berupaya keras memadamkan api menggunakan apar dan peralatan seadanya.

 

TRENGGALEK –JATIM, ASPIRANEWS.ID – Sebuah kebakaran lahan terjadi di wilayah Jarakan Desa Karangsoko Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Kamis malam, (28/9).

Kebakaran melanda kawasan hutan milik Perhutani Petak 114 A serta sejumlah kebun milik warga yang tak jauh dari lokasi. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasihumas Iptu Suswanto menerangkan, kebarakan lahan diketahui terjadi mulai pukul 15.00 Wib sore tadi.

Baca Juga:  Tak Percuma Lapor Polisi, Warga Ngawi Bersyukur Motornya yang Dicuri Berhasil Ditemukan Polisi

Mengetahui hal tersebut warga berupaya memadamkan dengan alat seadanya namun masih terlihat beberapa titik api yang masih menyala di kawasan hutan hingga pukul 16.30 WIB.

“Api yang menjalar ke kebun milik warga berhasil dipadamkan, namun masih terlihat titik api di Kawasan hutan, jadi kami segera lapor ke Polres,” ujar warga.

Mendapati laporan tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari personel Polres Trenggalek, TNI dari Kodim 0806, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Perhutani, LMDH, relawan dan warga setempat berupaya keras memadamkan api menggunakan apar dan peralatan seadanya.

Diketahui luas lahan yang terbakar berkisar kurang lebih satu hektar. Di atas lahan ada tanaman akasia dan sengon buto.

Baca Juga:  Warga Masyarakat Desa Benua Utama Kecamatan Benua Kabupaten Konawe Selatan Menerima Bantuan Bibit Sawit di Sinyalir Sawit Asalan

“Yang terbakar adalah semak dan ilalang dan sudah berhasil dipadamkan sekira pukul 20.30 WIB tadi malam,”kata Kasihumas Polres Trenggalek, Kasihumas Iptu Suswanto, Jumat (29/9).

Untuk mencegah semakin meluasnya area kebakaran, petugas membuat sekat bakar atau yang biasa disebuit ilaran dan melalukan penyemprotan air.

Sementara petugas lainnya memadamkan api dengan cara gepyok menggunakan ranting pohon yang didapat disekitar lokasi.

“Untuk penyebabnya masih kita lakukan pendalaman,” Pungkasnya.

(Korwil Jatim/Swr)

Pos terkait