PNIB Apresiasi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sulteng, Ingatkan Ancaman Radikalisme Digital

PNIB Apresiasi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sulteng, Ingatkan Ancaman Radikalisme Digital

SURABAYA , JATIM, ASPIRANEWS.ID – Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengapresiasi langkah cepat Densus 88 Anti Teror Polri yang berhasil menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) terafiliasi ISIS di wilayah Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Menurutnya, penindakan tersebut membuktikan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme masih nyata serta terus berkembang dengan pola baru yang semakin sulit dideteksi masyarakat.

Gus Wal menilai jaringan terorisme saat ini tidak lagi bergerak secara konvensional melalui pertemuan tertutup, melainkan memanfaatkan media sosial, forum digital, aplikasi percakapan, hingga game online untuk menyebarkan paham radikal.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Mantap Praja Semeru 2024

Ia mengatakan, propaganda ideologi khilafah dan ekstremisme kini dikemas secara halus melalui narasi hijrah, kajian eksklusif, maupun konten visual yang menyasar generasi muda.
PNIB mengapresiasi Densus 88 yang terus menjaga Indonesia dari ancaman laten terorisme. Jangan sampai masyarakat lengah. Paham khilafah dan ekstremisme hari ini bergerak massive di sekitar kita melalui media sosial, grup digital, hingga game online yang perlahan memengaruhi pola pikir generasi muda,” tegas Gus Wal, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, proses radikalisasi sering kali tidak dimulai dengan ajakan kekerasan, melainkan melalui doktrin kebencian, sikap anti keberagaman, anti-Pancasila, hingga glorifikasi sistem khilafah yang dibungkus dengan narasi agama. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran ideologi transnasional yang dapat memecah persatuan bangsa.

Baca Juga:  Forkopimda Malang Gelar Doa Bersama, Peringati Tragedi Kanjuruhan

PNIB juga menilai keberhasilan penangkapan jaringan terafiliasi ISIS di Sulawesi Tengah menjadi pengingat bahwa wilayah bekas basis Mujahidin Indonesia Timur (MIT) masih memiliki potensi penyebaran ideologi radikal apabila pengawasan masyarakat melemah. Karena itu, Gus Wal meminta seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas pemuda aktif memperkuat literasi digital serta wawasan kebangsaan.
Indonesia jangan sampai menjadi ladang subur propaganda ISIS maupun kelompok radikal lainnya. Islam Nusantara mengajarkan kedamaian, bukan teror dan intimidasi. Bentengi Indonesia dengan semangat Pancasila, kebhinekaan, serta penguatan Kampung dan Desa Pancasila,” pungkas Gus Wal.
(SWR)

Pos terkait