Konawe Selatan, Aspiranews.id _ Memasuki musim penghujan dan angin timur, warga Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, (Konsel) diterjang abrasi pantai, banjir hingga angin kencang, Pemerintah Daerah (Pemda) diduga lamban mengambil langkah mitigasi,” Jum’at (08/05/2026)
Menurut salah satu warga Desa Namu, Ilham, mengatakan bencana abrasi, hingga angin kencang di desa namu telah terjadi sejak akhir tahun 2025, namun hingga saat pihak Pemda Konsel belum mengambil langkah strategis mitigasi bencana.
”Kalau Desa Namu sepengetahuan saya belum pernah sama sekali disentuh program mitigasi bencana, baik dari kabupaten maupun provinsi. Hanya beberapa rambu mitigasi memang pernah dibantu mahasiswa KKN UGM dan dipasang di beberapa titik, dan bencana ini telah terjadi sejak tahun 2025,” ujarnya
lanjut Ilham, menjelaskan, saat musim penghujan tiba, desanya kerap mengalami banjir akibat tingginya debit air yang mengalir dari kawasan perbukitan dan air terjun di sekitar desa, Kondisi itu diperparah dengan infrastruktur jalan yang disebut belum dilengkapi drainase memadai.
”Sekarang saja curah hujan tinggi, desa langsung banjir, kami menduga debit air dari air terjun meningkat, ditambah jalan kabupaten yang dibuka belum memiliki drainase, sehingga air mengikuti badan jalan dan masuk ke permukiman warga,” katanya
Selain banjir, warga juga mengaku terus menghadapi ancaman abrasi akibat gelombang tinggi yang menyebabkan ruas jalan di dalam desa mengalami kerusakan dan amblas setiap tahun.
”Rawan bencana di Desa Namu ini pak dan bukan hanya banjir, tapi juga abrasi, angin kencang, dan gelombang tinggi, Itu hampir terjadi setiap tahun,” tambahnya
Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian penting mengingat Desa Namu, merupakan salah satu desa wisata unggulan di Konsel, sebelumnya masuk dalam ajang nasional Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 dan meraih juara tiga kategori Desa Wisata Berbasis Alam.
Sementara itu Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konsel, Asruddin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan Masyarakat Namu akan tetapi pihaknya tidak dapat berbuat banyak.
”Terus terang pak, BPBD konsel tidak ada anggaran untuk penanggulangan abrasi di desa namu sepanjang 50 meter, karena faktor efisiensi,” katanya
Lanjut Asruddin menuturkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan akan segera berkoordinasi dengan Pemda Konsel.
”Saya sudah komunikasi dengan kadis PU, kesimpulannya mau dibuatkan telaa untuk laporan ke pimpinan, nanti saya telpon pak desa namu untuk dibuatkan laporan kejadian bencana sebagai bahan kami untuk laporan,”jelasnya
Asruddin, menjelaskan, pihaknya sampai saat ini belum ada langkah kongkrit untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak, namun ia menghimbau masyarakat untuk tetap waspada.
”Saya koordinasi dulu dengan pak Sekda, karena kalau mau turun di Desa Namu, harus satu kali jalan, untuk sementara kami menghimbau pemerintah setempat untuk siaga dan mengingat kan masyarakat yang ada di sekitar lokasi abrasi agar menghindar atau tidak beraktivitas sementara waktu,” pungkasnya
Laporan: Ferlin





