Caption : Diskusi Publik yang di gelar di Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB), di Jalan Kapten Piere Tendean Gang Rumah Kebangsaan No. 1–3 Karangrejo, Banyuwangi,Senin (11/5/2026).
BANYUWANGI – JATIM, ASPIRANEWS.ID – Diskusi publik bertema “Menjaga Kondusivitas Banyuwangi di Tengah Dinamika Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat” yang digelar Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB), Senin (11/5/2026) malam, berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog lintas elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas sosial di Banyuwangi.
Acara yang berlangsung di Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Jalan Kapten Piere Tendean Gang Rumah Kebangsaan No. 1–3 Karangrejo, Banyuwangi, dihadiri tokoh agama, aktivis sosial, akademisi, mahasiswa, hingga perwakilan lintas sektoral. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dinilai menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat dan harmonis.
Salah satu tokoh yang hadir dalam forum tersebut yakni Ketua MKKS SMP Swasta Kabupaten Banyuwangi, Ainul Yakin atau yang akrab disapa Gus Inul. Kehadirannya mendapat perhatian karena dinilai membawa semangat persatuan sekaligus edukasi sosial di tengah dinamika demokrasi dan kebebasan berpendapat yang berkembang di masyarakat.
Dalam keterangannya, Gus Inul menegaskan pentingnya ruang diskusi publik sebagai sarana membangun komunikasi yang sehat antarwarga. Menurutnya, demokrasi harus dijaga dengan kedewasaan berpikir serta sikap saling menghormati meski terdapat perbedaan pandangan.
“Perbedaan pendapat adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi persatuan dan kondusivitas Banyuwangi harus tetap menjadi prioritas bersama,” ujar Gus Inul.
Ia juga menekankan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi.
Sementara itu, Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Hakim Said, S.H., mengapresiasi kehadiran berbagai tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut Rumah Kebangsaan Banyuwangi hadir sebagai ruang komunikasi bersama guna memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan budaya dialog di tengah masyarakat.
Diskusi publik berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait pentingnya menjaga stabilitas sosial, memperkuat budaya gotong royong, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah kebebasan berpendapat. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bersama untuk menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan harmonis.( Swr).





