Caption: Gus Gudfan Arif Ghofur
JAKARTA, ASPIRANEWS.ID – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), nama Gus Gudfan Arif Ghofur mulai mendapat perhatian dari berbagai kalangan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Sejumlah pendukung menilai Gus Gudfan merupakan figur yang mengedepankan pengabdian, kerendahan hati, dan konsistensi dalam merawat organisasi dibanding membangun popularitas pribadi,Sabtu(25/07/26).
Koordinator Santri Indonesia, Gangga Listiawan, mengatakan dukungan terhadap Gus Gudfan muncul secara organik dari berbagai elemen NU, mulai dari pengurus wilayah (PWNU), pengurus cabang (PCNU), hingga badan otonom seperti Ansor, Fatayat, IPNU, dan Pagar Nusa. Menurutnya, dukungan tersebut lahir karena rekam jejak Gus Gudfan dalam mengabdi dan menjalankan amanah organisasi.
Pendukung Gus Gudfan juga menilai pengalaman organisasi yang dimilikinya, antara lain sebagai Bendahara PP Pagar Nusa, Bendahara RMI PWNU Jawa Timur, serta penasihat GP Ansor, menjadi modal penting dalam membangun tata kelola organisasi yang akuntabel serta memperkuat pemberdayaan ekonomi pesantren dan kesejahteraan umat.
Selain dikenal aktif dalam organisasi, Gus Gudfan disebut memilih fokus bekerja tanpa banyak melakukan pencitraan. Para pendukungnya memandang sikap tersebut sebagai cerminan kepemimpinan yang lebih mengutamakan pelayanan kepada warga nahdliyin dibanding kepentingan politik maupun personal.
Menurut para pendukungnya, kehadiran Gus Gudfan diharapkan mampu memperkuat semangat kembali ke khittah NU dengan menjunjung nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), serta amar ma’ruf nahi munkar. Mereka berharap Muktamar ke-35 PBNU dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi sekaligus memperkuat peran NU dalam melayani umat.(Swr)





