Caption ; Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menyampaikan apresiasi kepada Densus 88
SURABAYA /JATIM, ASPIRANEWS.ID – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga anggota jaringan terorisme di Lampung dan Ciamis, Jawa Barat, pada Selasa (21/7/2026). Terduga berinisial Hts (36) ditangkap di Lampung, sedangkan AR (43) diamankan di Ciamis. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan berbagai materi bermuatan narasi radikalisme, khilafah, dan terorisme, termasuk konten yang melegitimasi tindakan kekerasan melalui media sosial milik para terduga.
Menanggapi penangkapan tersebut, Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 atas upaya berkelanjutan dalam memberantas jaringan terorisme di Indonesia. Menurutnya, aparat antiteror bekerja tanpa mengenal waktu untuk menjaga keamanan masyarakat dari ancaman aksi teror.
“Di saat masyarakat beristirahat maupun beraktivitas, Densus 88 terus bekerja memburu pelaku terorisme. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan terorisme yang terorganisasi masih ada dan terus berupaya menciptakan gangguan terhadap keamanan,” ujar Gus Wal.
Ia juga menyoroti maraknya penyebaran propaganda radikalisme melalui media sosial. Menurutnya, ruang digital kini menjadi sarana utama penyebaran paham intoleransi dan radikalisme sehingga diperlukan kolaborasi aktif antara masyarakat dan aparat penegak hukum untuk mencegah penyebaran ideologi yang mengarah pada tindak terorisme.
Gus Wal menilai penangkapan terduga teroris dapat membuka simpul jaringan yang lebih luas. Namun, ia menegaskan bahwa upaya penegakan hukum harus dibarengi dengan penguatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya intoleransi. Menurutnya, sikap merasa paling benar, menolak perbedaan, hingga tindakan yang merendahkan keyakinan orang lain dapat menjadi bibit berkembangnya paham radikal.
Lebih lanjut, PNIB menilai ancaman krisis ideologi tidak kalah serius dibandingkan krisis ekonomi. Gus Wal mengatakan penguatan nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta pelestarian budaya menjadi langkah penting untuk menjaga persatuan. Melalui kegiatan seperti “Ngaji Pancasila” dan “Kirab Merah Putih” di berbagai daerah, PNIB mengaku terus mendorong penguatan semangat kebangsaan sebagai upaya menangkal intoleransi, radikalisme, dan terorisme demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(SWR).





