Konawe Selatan, Aspiranews.id _ Seorang pasien, Asmidun Liasambu, mengeluhkan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Saat menyampaikan keluhan melalui media sosial, Asmidun mengaku justru didatangi Kepala Puskesmas Andoolo, Heniyanti, ketika sedang menjalani perawatan di RSUD Konawe Selatan,” Rabu, (2/09/2026)
Asmidun menuturkan, keluhan bermula ketika dirinya mendatangi UGD Puskesmas Andoolo sekitar pukul 06.30 Wita tanggal 31 Agustus 2026 dalam kondisi demam, pusing, tubuh lemas, serta muntah-muntah, kedatangannya bertujuan memperoleh pertolongan medis karena kondisi kesehatan yang dirasakan semakin memburuk.
”Saya datang sekitar pukul 06.30 ke UGD karena kondisi badan sangat sakit, demam, muntah, pusing kepala dan mata terasa seperti mau keluar, saya datang sendiri karena berharap bisa segera mendapatkan pelayanan,” kata Asmidun.
Menurut pengakuannya, petugas yang sedang berjaga meminta dirinya mengambil nomor antrean dan menunggu dokter yang dijadwalkan mulai bertugas sekitar pukul 08.00 Wita, Asmidun kemudian diminta beristirahat di kursi ruang tunggu.
”Kamu tidur-tidur saja dulu di sana di kursi, sambil tunggu-tunggu dokter, jam 8 baru ada,” ujar Asmidun, menirukan ucapan petugas.
Merasa kondisinya tidak kunjung membaik, Asmidun kemudian menghubungi keluarganya di wilayah Ngapaaha untuk meminta bantuan, keluarga selanjutnya mencari kendaraan yang dapat digunakan untuk membawa Asmidun ke RSUD Konawe Selatan.
Sebelum meninggalkan Puskesmas Andoolo, Asmidun mengaku kembali dipanggil petugas untuk menjalani pemeriksaan, tekanan darah dan suhu tubuhnya diperiksa.
”Sabar, Pak. Begitu memang pelayanan, harus menunggu mendaftar dulu,”kata Asmidun, kembali menirukan penjelasan petugas
Setelah pemeriksaan tersebut, Asmidun memutuskan melanjutkan perjalanan menuju RSUD Konawe Selatan. Setibanya di rumah sakit, dirinya mendapat penanganan di UGD.
Saat menjalani perawatan, Asmidun membuat unggahan di media sosial Facebook yang berisi keluhan mengenai pengalaman pelayanan yang diterima di Puskesmas Andoolo.
Tidak lama setelah unggahan tersebut dibuat, Asmidun mengaku didatangi Kepala Puskesmas Andoolo bersama sejumlah rekannya di RSUD Konawe Selatan. Menurut Asmidun, kedatangan tersebut bukan untuk membahas substansi keluhan pelayanan, melainkan mempertanyakan alasan dirinya membuat unggahan di Facebook.
”Dia datangi saya, Kapus Andoolo dan rekannya, bukannya mengklarifikasi penyebab pelayanan yang menurut saya buruk, malah datang mengajak berdebat kenapa saya membuat postingan di Facebook, dia juga mempertanyakan kenapa saya tidak mencari dirinya. Saya tidak tahu siapa Kepala Puskesmas Andoolo, seharusnya pelayanan dievaluasi agar menjadi lebih baik, bukan datang berdebat dengan pasien,” ujarnya.

Asmidun menegaskan, penyampaian keluhan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan petugas maupun institusi pelayanan kesehatan, menurutnya, pengalaman yang dialami perlu menjadi bahan evaluasi agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat diperbaiki.
Asmidun juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Konawe Selatan memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Evaluasi, menurutnya, diperlukan untuk memastikan standar pelayanan kesehatan berjalan sesuai ketentuan serta mencegah persoalan serupa kembali dialami masyarakat.
”Saya berharap ada langkah tegas dan terukur dari Kepala Dinas Kesehatan. Sebab, tindakan Kapus Andoolo membuat saya yang sedang sakit merasa tertekan. Jangan sampai kejadian seperti ini sudah sering dialami pasien lain, tetapi mereka memilih diam dan tidak menyampaikan keluhan,”pungkasnya.
Untuk diketahui, Kepala Puskesmas Andoolo, Heniyanti, disebut merupakan istri salah satu anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan periode 2024–2029.
Hingga berita ini diterbitkan, Aspiranews.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala Puskesmas Andoolo maupun pihak terkait mengenai keluhan pelayanan tersebut.
Laporan: Fn





