PNIB Kembali Bhaksos Air Bersih di Bojonegoro

Caption : PNIB Kembali mengelar kegiatan Bhaksos Air Bersih di Bojonegoro,Senin(07/09/26).

 

 

BOJONEGORO (JATIM), ASPIRANEWS.ID – 07 September 2026,Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) kembali menggelar kegiatan bhakti sosial (bhaksos) penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak musibah kekeringan. Kali ini, PNIB bersama dengan Pagar Nusa, Gasmi dan Laziznu Ngraho menyalurkan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Nganti, Desa Sugih Waras Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, sebagai bentuk kepedulian, Cinta, Kasih Sayang
dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Umum PNIB, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah aksi yang dilakukan sekali atau dua kali. Menurutnya, PNIB telah konsisten melakukan bhaksos air bersih di berbagai daerah sejak 2012, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan kekeringan dan kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar berupa air bersih.

“PNIB kembali hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah kekeringan. Kami salurkan 120.000 liter air bersih kepada warga Nganti, Sugih Waras Ngraho, Bojonegoro sebagai wujud cinta dan bhakti kami kepada negeri tercinta Indonesia,” ujar Gus Wal.

Menurut Gus Wal, persoalan kekeringan tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan musiman. Ketika warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, negara harus hadir secara nyata melalui pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Amankan 10 tersangka Kasus Judi Salah Seorang Diantaranya Selebgram

Karena itu, PNIB meminta keberpihakan Bupati Bojonegoro, Gubernur Jawa Timur, hingga Kementerian Sosial (Kemensos) terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan benar-benar diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan bantuan yang cepat, tepat sasaran, serta tidak menyulitkan masyarakat.

Gus Wal juga menyoroti masih adanya berbagai aturan dan mekanisme birokrasi yang dinilai terlalu rumit dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak kekeringan maupun korban bencana alam di berbagai daerah.

“Jangan sampai aturan yang dibuat dari atas justru membuat bantuan terlambat sampai kepada masyarakat yang sedang membutuhkan. Aturan dan mekanisme penyaluran bantuan, khususnya di Kemensos, perlu direvisi dan di-upgrade secara total agar lebih sederhana, cepat, fleksibel, responsif dan benar-benar berpihak kepada korban musibah,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat yang sedang menghadapi bencana tidak membutuhkan prosedur yang berbelit-belit. Mereka membutuhkan negara dan seluruh elemen bangsa hadir untuk membantu meringankan beban mereka.

Baca Juga:  Gapai Berkah Ramadhan, Kapolres Probolinggo Berikan Santunan Anak Yatim saat Resmikan Musholla Al-Kautsar

Lebih jauh, Gus Wal menegaskan bahwa bhaksos air bersih PNIB bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi momentum untuk menggenggam erat tali persaudaraan anak bangsa tanpa pandang bulu.

“Melalui bhaksos ini kami ingin merajut kembali rasa persatuan yang akhir-akhir ini terkoyak, menghindarkan masyarakat dari polarisasi politik dan terus mensosialisasikan bahwa Indonesia Bersatu Tak Bisa Dikalahkan,” katanya.

Ia menambahkan, PNIB akan terus mengajak masyarakat untuk setia dan berpegang teguh pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta Merah Putih sebagai konsensus kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Wal juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai ideologi transnasional yang bertentangan dengan konsensus kebangsaan Indonesia, termasuk gagasan khilafah, serta ancaman terorisme yang menurutnya harus dicegah sejak dari akar persoalannya.

“Bhaksos air bersih ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat agar kita bersama-sama waspada terhadap bahaya laten ideologi transnasional, khilafah dan terorisme yang dapat menjadi bibit, tunas maupun akar dari intoleransi, radikalisme dan anarkisme,” ungkap Gus Wal.

Gus Wal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat Indonesia melalui persatuan, gotong royong dan semangat saling membantu sesama anak bangsa. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Indonesia.

Baca Juga:  Kompor Meledak Saat Lalai Masak Air . Seisi Dapur Hangus Terbakar

“Sudah saatnya kita menjadi Chauvinis Nusantara, dalam arti mencintai bangsa dan negeri ini dengan sepenuh hati serta memegang teguh konsensus kebangsaan warisan para pendiri bangsa, pejuang dan pahlawan. Kita kuatkan Indonesia dengan persatuan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” terang Gus Wal.

Melaui 120.000 liter air bersih melalui 12 Tangki berkapasitas 9700 liter ini PNIB bersama dengan Pagar Nusa, Gasmi, dan Laziznu Ngraho menyampaikan pesan “Kemanusiaan lebih Penting dari sekedar Politik, Kemanusiaan, Cinta, kasih sayang, gotong royong, dan kepedulian diatas segalanya, Gemakan Persatuan Indonesia, dan Wujudkan Perdamaian Dunia, pungkas Gus Wal.

PNIB menegaskan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi persoalan dan musibah, sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan serta mewujudkan Indonesia yang aman, damai dan kokoh dalam bingkai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(SWR)

Pos terkait