‎Investigasi Internal Dinkes Konsel Diduga Hanya Melindungi Nama Baik Puskesmas Andoolo ‎

Ketgam: Dinkes Konsel Melakukan Investigasi Internal Terhadap Puskesmas Andoolo, (Foto:Isw)

‎Konawe Selatan, Aspiranews.id _ Investigasi internal yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terhadap persoalan pelayanan di Puskesmas Andoolo menuai sorotan, proses pemeriksaan yang dipimpin Sekretaris Dinkes , Susman Sjarif, dinilai hanya formalitas,”kamis, (4/9/2026)

‎Salah seorang saksi kejadian, Samsubar, mengatakan Dinkes konsel semestinya memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di UGD Puskesmas Andoolo maupun RSUD Konsel, Menurut dia, rekaman tersebut penting untuk mengetahui secara objektif situasi ketika pasien meminta pelayanan hingga peristiwa pelabrakan Kepala Puskesmas (Kapus) Andoolo ke rumah sakit.

‎Samsubar mengatakan, pemeriksaan terhadap rekaman CCTV diperlukan agar penanganan persoalan tidak hanya didasarkan pada keterangan internal puskesmas,  tetapi bukti visual, dan saksi kejadian, untuk dapat menjadi bahan pembanding terhadap keterangan masing-masing pihak.

‎”Itu juga Sekdis datang seperti hanya menggugurkan kewajiban, coba dia lihat cctv Puskesmas dan cctv rumah sakit, bagaimana respons perawat dan sikap Kepala Puskesmas Andoolo, pasti dia kaget, saya saja yang lihat langsung sa kaget kasian itu pasien diperlakukan seperti itu, biar bicara tidak dikasih kesempatan,” katanya

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Pencemaran Nama Baik Via Tiktok dari Amuk Massa

‎‎Selain itu, Samsubar, juga menyarankan Susman Sjarif, jika melakukan investigasi internal, wajib dilakukan pemeriksaan yang objektif dan meminta keterangan pasien, saksi yang berada di lokasi, perawat perawat UGD rumah sakit, perawat puskesmas dan Kapus Andoolo kemudian dibandingkan dengan bukti pendukung sebelum kesimpulan disampaikan kepada publik.

‎”Coba bayangkan pak, mereka melakukan investigasi, tetapi yang diwawancarai hanya bawahannya, lalu langsung mengambil kesimpulan, apakah masuk akal itu pak, Kalau memang serius itu pak Sekdis, seharusnya CCTV diperiksa, pasien ditanya, saksi kejadian dimintai keterangan, perawat rumah sakit yang menyaksikan ditanya, kemudian pihak puskesmas juga diperiksa. Setelah itu baru mengambil kesimpulan,” tegasnya

‎‎Keterangan serupa disampaikan Nitri, istri pasien, Nitri mengaku, menyaksikan langsung kedatangan Kepus Andoolo ketika suaminya, Asmudin Liasambu, berada di RSUD Konsel setelah sebelumnya mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Andoolo melalui media sosial.

‎‎Nitri menilai kedatangan tersebut bukan upaya untuk meminta klarifikasi kepada pasien, menurut pengakuannya, kapus Andoolo sengaja datang untuk perdebatan yang membuat suasana semakin tegang, hingga menyebabkan pasien tertekan.

Baca Juga:  Kapolres Nganjuk Tekankan Keamanan Tahanan, Wakapolres Lakukan Kontrol Ruang dan Sistem Pengamanan

‎”Saya bersumpah, kalau itu ibu kapus, dia datang bukan untuk klarifikasi, tetapi seperti mengintimidasi suamiku, saya juga ditunjuk-tunjuk. dia bilang, ‘Apa juga kamu?,” ujar Nitri sembari mengingat kembali percakapan tersebut

‎‎Sementara itu, Asmudin Liasambu, pasien yang dilabrak oleh kapus Andoolo, menduga langkah tergesa gesa Sekdis Dinkes konsel berpotensi mengaburkan prilaku bawahannya, sebab menurut dia persoalan utama, yakni keluhan mengenai pelayanan di Puskesmas Andoolo dan peristiwa yang terjadi setelah dirinya menyampaikan keluhan tersebut.

‎”Dinkes Konsel lucu. Mereka buru-buru konferensi pers sehingga persoalan pelayanan Puskesmas Andoolo seolah ditutupi. Bahkan persoalan sikap Kepala Puskesmas juga seolah diarahkan hanya sebagai persoalan komunikasi, coba cek CCTV,” kata Asmudin

‎‎Asmudin juga mempertanyakan pernyataan Sekretaris Dinkes Konsel yang menyebutkan dirinya memperoleh screening awal dari petugas ketika datang ke Puskesmas Andoolo.

‎Menurut dia, pernyataan tersebut perlu dibuktikan dengan data dan rekaman yang tersedia, Asmudin meminta Dinkes menunjukkan petugas yang disebut melakukan screening terhadap dirinya saat berada di fasilitas kesehatan tersebut.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 1417-05/Tinanggea Gelar Patroli Cipta Kondisi di Kecamatan Palangga Selatan

‎”Saya ini orang yang tidak kecil pak, tidak mau membuat pernyataan yang tidak benar seperti mereka, simpel saja pak untuk membuktikan itu kebohongan hasil investigasi pak Sekdis, berani tidak dia disebutkan siapa nama perawat yang melakukan screening sama saya, pada saat saya datang di puskesmas, Saya tegaskan lagi, CCTV itu ada silakan diperiksa, jangan sampai investigasi internal itu hanya untuk menjaga nama baik Puskesmas,”pungkasnya

‎‎Persoalan tersebut kini tidak hanya berkaitan dengan keluhan seorang pasien, tetapi juga menyangkut transparansi proses pemeriksaan internal Dinkes Konsel, Pemeriksaan yang kredibel semestinya mampu mempertemukan keterangan para pihak dengan bukti yang tersedia, termasuk rekaman CCTV untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan sikap pelayan publik.

‎Hingga berita ini diterbitkan, Aspiranews.id memberikan ruang hak jawab Dinas Kesehatan Konsel, dan Kepala Puskesmas Andoolo, terkait pemberitaan yang di terbitkan oleh redaksi

‎Laporan: Fn

Pos terkait