Hujan Deras Picu Banjir di Lumajang, Jalur Penghubung Malang–Lumajang Tak Bisa Dilalui

Caption :Situasi dan kondisi Hujan deras mengguyur kabupaten Lumajang air meluap di pemukiman warga,Senin(02/11/26).

 

 

LUMAJANG (JAWA TIMUR),  ASPIRANEWS.ID – Banjir yang dilaporkan berkaitan dengan meningkatnya debit air di kawasan Gunung Semeru menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu (1/11/2026) malam diduga menjadi pemicu meningkatnya aliran air hingga meluap ke permukiman dan jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aliran banjir mulai terpantau sekitar pukul 00.55 WIB. Luapan air kemudian dilaporkan memasuki sejumlah kawasan sekitar pukul 05.00 WIB. Beberapa wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar 50 sentimeter.

Baca Juga:  Ketua Bawaslu Bondowoso Dukung Polri Tingkatkan Patroli Jelang Pemilu 2024

Dampak banjir juga dilaporkan mengganggu akses transportasi. Jembatan limpas di Desa Purorejo tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, tanggul sungai di wilayah tersebut dilaporkan jebol akibat meningkatnya debit air Sungai Glidik, sehingga jalur penghubung Malang–Lumajang dilaporkan terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Kondisi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga, terutama masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai dan wilayah terdampak luapan air. Sejumlah warga dilaporkan mengalami keterbatasan akses akibat terganggunya jalur penghubung. Perkembangan kondisi lapangan dan luas dampak kejadian masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi petugas terkait.

Sementara itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama petugas gabungan dilaporkan telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen, evakuasi, serta penanganan darurat. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan hulu dan debit sungai meningkat.

Baca Juga:  TNI dan Unsur Desa Perketat Pengamanan Malam di Lalembuu

(SWR)

Pos terkait