1.500 Orang Daftar Workshop Dai Transformatif, 700 Peserta Lolos Seleksi

Caption : Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, Jum’at (18/09/26).

 

 

CIREBON (JABAR) , ASPIRANEWS.ID –  Jumat, 18 September 2026 – Sebanyak 1.500 orang mendaftarkan diri dalam Workshop Nasional Dai Transformatif di Tengah Perubahan Disruptif yang diinisiasi KH Imam Jazuli. Dari jumlah tersebut, panitia menyeleksi 700 peserta untuk mengikuti kegiatan yang digelar di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2, Cirebon, Jawa Barat pada hari Senin akan datang ,21/9/2026.

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat turut memengaruhi pola penyampaian dakwah. Menurutnya, dai saat ini tidak cukup hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga perlu mampu membaca perubahan, memahami persoalan masyarakat, serta mengubah pengetahuan menjadi tindakan dan solusi konkret.
“Perintah dakwah dalam Al-Quran menggunakan kata kerja sekarang atau hari esok (fi’il mudhari) dan kata perintah sekarang (fi’il amr). Artinya, para dai harus aktual dan kontekstual,” kata Imam, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (17/9/2026). Ia juga menyoroti munculnya ustaz instan serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penyampaian pesan keagamaan. Karena itu, menurutnya, transformasi dakwah perlu mencakup metode, materi, dan media.

Baca Juga:  Selain Mengajar, Satgas Yonif 725/WRG Berikan Hadiah bagi Pelajar SDN Inpres Mindiptana Berprestasi

Panitia Workshop, Ubaydillah Anwar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Imam Jazuli Foundation bagi para dai dan pesantren. Panitia merencanakan seleksi hingga 5.000 dai dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti rangkaian workshop berseri tersebut. “Kami mulai dari Jawa Barat dulu. Dari 1.500 pendaftar, kami seleksi menjadi 700 orang,” ujar Ubaydillah. Seluruh kebutuhan peserta selama workshop, menurutnya, ditanggung Imam Jazuli Foundation.

Sejumlah pembicara dijadwalkan mengisi workshop, di antaranya Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar, Ustaz Yusuf Mansur, dan Arie Untung. KH Anwar Iskandar akan membahas pentingnya penyesuaian metode dakwah dengan perubahan masyarakat serta kolaborasi ulama dan umara. Sementara itu, Gus Irfan Wahid atau Gus Ipang dijadwalkan membahas branding dan media sosial dalam dakwah, sedangkan Yusuf Mansur dan Arie Untung akan membahas pembenahan diri serta pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk memperluas jangkauan dakwah.
(SWR)

Pos terkait