Caption : PNIB bersama,Banser,Pagar Nusa dan BEM PTNU laksanakan bakti sosial (bhaksos), Rabu 16 September 2026 Hingga Jumat 18 September 2026 di Boyolali.
BOYOLALI (JATENG) , ASPIRANEWS.ID – 18 September 2026,
Kekeringan yang melanda sejumlah daerah mengusik keprihatinan berbagai kalangan. Kali ini Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama Ansor Banser, Pagar Nusa dan BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Se – Nusantara (BEM PTNU) kembali menggelar bakti sosial (bhaksos), Rabu 16 September 2026 Hingga Jumat 18 September 2026.
Menyaluran air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Boyolali Utara dan Boyolali Selatan menjadi daerah yang disambangi di pertengahan bulan September. 150.000 liter air bersih disambut suka cita warga yang selama beberapa minggu kesulitan mendapatkan air bersih yang dirasakan masyarakat sejak akhir juli.
Truk tanki bertuliskan spanduk PNIB Bhaksos Air Bersih hilir mudik sejak pagi buta, siang hari yang panas hingga tengah malam menjadi pemandangan aktifitas bhaksos yang menyejukkan bagi masyarakat sekitar.
Ketua Umum PNIB, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan sekadar membagikan air bersih, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian, gotong royong dan persaudaraan sesama anak bangsa.
“Ini adalah aktifitas persaudaraan, persatuan anak bangsa dan toleransi nyata yang kita lakukan semampunya. Ketika ada saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih, maka sudah seharusnya kita bertoleransi membantu. Dari rasa toleransi ini kebersamaan akan selalu terjaga sesama anak bangsa” ujar Gus Wal.
Gus Wal menegaskan bahwa berbagai persoalan bangsa seharusnya dihadapi dengan memperkuat persaudaraan dan persatuan nasional, bukan dengan mempertajam perbedaan maupun menyebarkan kebencian, hoax dan fitnah, ujar Gus Wal.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat persatuan, gotong royong dan kebhinekaan. Musuh bersama bangsa ini bukan sesama anak bangsa, tetapi berbagai persoalan yang merusak kehidupan masyarakat, seperti korupsi, intoleransi, terorisme, radikalisme anarkisme dan berbagai bentuk kekerasan lainya” tegasnya.
Kolaborasi PNIB, Ansor Banser, Pagar Nusa dan BEM PTNU Se Nusantara dalam penyaluran air bersih tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa gerakan kebangsaan dapat berjalan beriringan dengan gerakan sosial kemasyarakatan.
“Triliunan uang yang dikorupsi jika digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, tentunya tidak akan separah ini kesulitan yang dirasakan warga masyarakat yang dilanda krisis air bersih akibat kekeringan dan musibah bencana alam. Dampak korupsi yang nyata adalah terabaikannya kepentingan masyarakat bawah, sebaliknya semakin mensejahterakan pejabat atas para birokrat yang tidak pernah peduli bahwa mereka menjadi pejabat karena dukungan masyarakat juga” imbuh Gus Wal yang di-Amini warga lainnya
Bagi PNIB, membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian dari cinta dan bhakti kepada Indonesia. Nasionalisme dan kebangsaan bukan hanya dalam orasi, namun berupa aksi dan amal nyata, beber Gus Wal.
“Merawat Indonesia bukan hanya dengan kata-kata. Mari hadir, membantu, bergotong royong dan menjaga persaudaraan. Dari air bersih kita bangun kepedulian, dari kepedulian kita kuatkan persatuan, dan dari persatuan kita wujudkan Indonesia yang aman, damai dan sejahtera tanpa Korupsi, Intoleransi, Khilafah Terorisme Radikalisme Anarkisme,” pungkas Gus Wal.
(SWR)





