PNIB Tolak Safari Dakwah Zakir Naik, Nilai Berpotensi Ganggu Kerukunan Umat Beragama

Caption : PNIB Tolak Safari Dakwah Zakir Naik,

 

BEKASI – JABAR, ASPIRANEWS.ID – 
Rencana kedatangan penceramah internasional Zakir Naik ke Indonesia menuai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Organisasi kemasyarakatan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menyatakan keberatan atas rencana safari dakwah tersebut yang dijadwalkan berlangsung di beberapa kota seperti Solo, Malang, Bandung, dan Jakarta pada bulan Juli 2025.

Ketua Umum PNIB, Gus Wal, menyampaikan kekhawatiran bahwa ceramah Zakir Naik berpotensi menimbulkan gesekan sosial di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

  “Kami menilai ceramah Zakir Naik tidak relevan dengan konteks keberagaman di Indonesia. Beberapa negara sudah mencabut izin ceramahnya. Demi menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama, kami mengimbau agar pemerintah mengevaluasi rencana kedatangannya,” ujar Gus Wal saat menghadiri acara Istighotsah Ngaji Pancasila di Beji, Depok, Sabtu (5/7/2025).

Baca Juga:  Polresta Malang Kota Berhasil Ungkap Penjualan Motor Hasil Curian, Lima Tersangka Diamankan

 

PNIB menilai bahwa narasi-narasi yang pernah disampaikan Zakir Naik kerap menimbulkan salah tafsir, terutama dalam konteks hubungan antaragama. Hal ini, menurut mereka, dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

 “Pemerintah, aparat keamanan, imigrasi, dan Kementerian Luar Negeri perlu mengantisipasi potensi konflik yang mungkin terjadi. Kita tidak kekurangan ulama lokal yang memahami nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam berdakwah,” tambah Gus Wal.

 

Menurut PNIB, bentuk dakwah seperti yang dibawakan Zakir Naik dinilai tidak sejalan dengan prinsip moderasi beragama dan nasionalisme kebangsaan yang selama ini menjadi dasar harmoni masyarakat Indonesia.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat ‘NASAB’ — Nasionalisme, Toleransi, Moderasi Beragama, dan Pelestarian Budaya Nusantara — demi menangkal potensi masuknya paham-paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila,” tegas Gus Wal.

Baca Juga:  Ketua DPC PJS Kota Palembang Soroti Pembangunan Terminal Batubara Kramasan

PNIB juga menyoroti beberapa kejadian di masa lalu yang dikaitkan dengan kegiatan ceramah keagamaan yang dinilai menimbulkan ketegangan sosial, dan menyerukan agar pemerintah lebih selektif dalam memberikan izin kegiatan yang mengundang tokoh-tokoh asing.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara safari dakwah maupun instansi pemerintah terkait mengenai status izin kegiatan tersebut.(Swr)

Pos terkait