Jelang HUT RI ke-81, PNIB Ajak Rakyat Lawan Korupsi dan Ancaman Disintegrasi Bangsa

Caption : Ketua Umum PNIB mengingatkan Momentum Kemerdekaan Harus Jadi Semangat Melawan Korupsi dan Radikalisme,Rabu(05/08/26).

 

 

SURABAYA , ASPIRANEWS.ID – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, organisasi kemasyarakatan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum bulan kemerdekaan sebagai semangat untuk membebaskan Indonesia dari berbagai ancaman, mulai dari korupsi, intoleransi, paham khilafah, anarkisme, terorisme, hingga premanisme,Rabu(05/08/26).

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, mengatakan perjalanan Indonesia selama 81 tahun sebagai negara merdeka tidak lepas dari berbagai tantangan, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri.
“Meskipun sudah 81 tahun Indonesia merdeka, upaya disintegrasi bangsa terus ada di setiap era. Kedaulatan kita terus digerogoti berbagai kepentingan. Musuh bukan lagi memegang senjata, tetapi ada yang bersorban dan ada pula yang berdasi rapi. Dampak kerusakannya bahkan bisa lebih kejam daripada pasukan penjajah,” ujar Gus Wal.

Menurutnya, ungkapan “bersorban dan berdasi” merupakan representasi dari berbagai kepentingan ekonomi, politik, dan ideologi yang dinilai berupaya memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Ia menilai penyebaran ideologi khilafah dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memanfaatkan ruang-ruang dakwah dan memengaruhi tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat.
Ideologi khilafah dan negara Islam masuk dengan sopan melalui mimbar-mimbar dakwah serta memanipulasi tradisi dan kearifan lokal yang sudah ada. Ancaman ideologi tersebut masih ada di sekitar kita dan bergerak secara senyap memanfaatkan kelengahan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Gus Wal juga menyoroti persoalan korupsi yang disebutnya sebagai bentuk intoleransi ekonomi terhadap rakyat. Menurutnya, maraknya pengungkapan kasus korupsi bernilai triliunan rupiah menjadi keprihatinan bersama.
Koruptor sudah pasti intoleran kepada rakyat. Mereka adalah musuh dari dalam negeri. Mereka mungkin berdasi rapi, tetapi yang dikorupsi adalah hasil keringat dan air mata rakyat. Korupsi dilakukan secara perlahan dan dampaknya sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Memasuki bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan, PNIB mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme dengan melawan berbagai ancaman terhadap keutuhan bangsa.
“Membebaskan diri dari paham khilafah, melawan premanisme, anarkisme, radikalisme, aksi terorisme, korupsi, serta propaganda intoleransi harus menjadi gerakan bersama pada momentum kemerdekaan ini. Bangsa ini kuat karena bersatu dan akan rapuh jika terus diadu domba dengan berbagai modus. Kami siap dianggap ‘londo ireng‘, tetapi jiwa kami tetap nasionalisme Merah Putih. Kecintaan kami kepada bangsa dan negara tidak akan pernah luntur,” pungkas Gus Wal.

(Swr).

Baca Juga:  Polres Jember Siagakan Personel Untuk Kamseltibcarlantas

Pos terkait