Caption : Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya, Gus Maftuh menyatakan dukungan kepada Muhaimin Iskandar jadi ketua PBNU saat diskusi dalam forum bertajuk Dialog Kebangsaan Kader NU di Pondok Pesantren Minggir, Yogyakarta,Sabtu(30/05/26).
YOGYAKARTA, ASPIRANEWS.ID –
Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya, Gus Maftuh, menyatakan dukungannya kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk maju sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama mendatang. Dukungan tersebut disampaikan dalam forum bertajuk “Dialog Kebangsaan Kader NU: Gus Muhaimin Iskandar, Solusi Kepemimpinan Reformis untuk Mengembalikan Marwah Organisasi Nahdlatul Ulama” yang digelar di Pondok Pesantren Minggir, Yogyakarta, yang diasuh oleh Ahmad Muwafiq,Sabtu(30/05/26).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Maftuh menilai Nahdlatul Ulama membutuhkan figur pemersatu yang mampu mengembalikan arah organisasi sesuai nilai-nilai perjuangan para muassis. Menurutnya, PBNU harus kembali diteguhkan sebagai rumah besar umat yang berpegang teguh pada Khittah 1926 dan tidak terseret terlalu jauh dalam kepentingan pragmatis.
“Diskusi di Pondok Pesantren Minggir ini bukan sekadar forum biasa. Tempat ini memiliki jejak sejarah perjuangan. Gus Muwafiq sebagai salah satu tokoh yang turut terlibat dalam dinamika Reformasi 1998 telah berkontribusi dalam perjalanan perubahan bangsa. Kini, pada tahun 2026, saatnya menginisiasi reformasi di tubuh PBNU agar kembali kepada Khittah 1926,” ujar Gus Maftuh.
Ia menegaskan bahwa dukungan kepada Cak Imin bukan semata-mata soal figur, melainkan harapan terhadap lahirnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen Nahdliyin, mulai dari kalangan pesantren, generasi muda, hingga warga akar rumput. Menurutnya, PBNU harus kembali fokus pada penguatan pendidikan, dakwah, pemberdayaan umat, serta menjaga tradisi Islam Nusantara yang moderat. Gus Maftuh juga menilai Muhaimin Iskandar selama ini konsisten memberikan perhatian kepada pesantren dan warga Nahdlatul Ulama dalam berbagai situasi. Pada kesempatan yang sama, ia mendeklarasikan terbentuknya FPGMI (Forum Pecinta Gus Muhaimin Iskandar).
Sementara itu, forum yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi ajang silaturahmi para tokoh pesantren dan aktivis Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah. Dalam diskusi tersebut, Gus Muwafiq menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi agar tetap berdiri di atas kepentingan umat dan bangsa. Menurutnya, Muhaimin Iskandar merupakan sosok yang telah teruji dan memiliki pengalaman panjang dalam perjalanan organisasi maupun kebangsaan.
Gus Maftuh berharap Muktamar NU mendatang tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum evaluasi besar terhadap arah perjuangan organisasi ke depan. Ia menyampaikan aspirasi sejumlah kiai kampung dan warga Nahdliyin akar rumput yang menginginkan agar agenda Munas, Konbes, maupun Muktamar NU ke-35 dapat diselenggarakan di lingkungan pesantren sebagai simbol penguatan kembali jati diri organisasi.
“NU didirikan oleh para ulama dengan pengorbanan besar. Karena itu, semangat perjuangan tersebut harus terus dijaga agar NU tidak kehilangan ruh perjuangannya sendiri,” pungkas Gus Maftuh.(Swr)






