Caption : Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon berangkatkan santri santrinya ke kota maju seperti Cina, Hongkong dan Macau dalam program study tour.
CIREBON, ASPIRANEWS.ID – Pesantren Bina Insan Mulia (BIM) Cirebon terus memperluas wawasan global para santrinya melalui program study tour internasional ke China. Sejak November 2025 hingga Mei 2026, sebanyak 300 santri telah diberangkatkan dalam lima gelombang untuk mengunjungi sejumlah kota maju di China, Hong Kong, dan Macau,Selasa(02/06/26).
Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan BIM, mulai dari SMP IT, SMP Unggulan, SMA Unggulan Bertaraf Internasional, SMK Broadcast, hingga Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional. Program ini dirancang untuk membuka cakrawala berpikir santri terhadap perkembangan dunia internasional sekaligus memperkenalkan mereka pada pusat-pusat kemajuan global.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, Lc., M.A., mengatakan bahwa China dipilih karena keberhasilannya bangkit dari berbagai tantangan sejarah hingga menjelma menjadi salah satu kekuatan dunia di bidang teknologi, pendidikan, ekonomi, industri, fashion, dan arsitektur. Menurutnya, pengalaman melihat langsung kemajuan sebuah bangsa akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun masa depan Indonesia.
“Tidak ada negara yang ujug-ujug maju kecuali setelah belajar dari negara lain yang lebih maju. Inilah yang saya sebut sebagai hukum peradaban. Karena saya ingin santri-santri saya berperan di sejumlah posisi strategis pembangunan Indonesia, maka mereka saya dorong dan saya fasilitasi untuk menimba ilmu di China sebagai pusat kemajuan hari ini,” tegas Kiai Imam Jazuli.
Selama berada di China, para santri mengunjungi sejumlah destinasi edukatif dan strategis, di antaranya Kowloon Mosque and Islamic Centre serta Avenue of Stars di Hong Kong. Di Shenzhen, mereka mempelajari perkembangan industri teknologi melalui kunjungan ke Shenzhen Industrial Park yang dikenal sebagai salah satu pusat inovasi digital dan manufaktur modern dunia. Rombongan juga mengunjungi Shenzhen Zhongshuge Bookstore yang terkenal dengan desain arsitekturnya yang unik dan mendunia.
Selain itu, para santri melakukan company visit ke Rixin Cosmetic di Zhongshan untuk melihat langsung praktik bisnis dan tata kelola industri modern. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan para santri dengan realitas dunia usaha, teknologi, dan inovasi yang berkembang pesat di Negeri Tirai Bambu.
Dampak program tersebut mulai terlihat. Tahun ini, sebanyak 64 lulusan Bina Insan Mulia berhasil diterima di 15 perguruan tinggi di China dengan berbagai program beasiswa. Bahkan, untuk tahun akademik 2027, tercatat sudah ada 128 santri yang mendaftarkan diri untuk melanjutkan studi ke negeri tersebut.
Menurut Kiai Imam Jazuli, kekuatan utama perguruan tinggi China terletak pada fokus yang sangat kuat terhadap bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), pengembangan teknologi strategis, serta keterhubungan yang erat antara dunia pendidikan, industri, dan kebutuhan nasional. Budaya kompetisi akademik yang produktif juga menjadi faktor penting yang mendorong kemajuan mereka.
Karena itu, ia meyakini Indonesia perlu mengirim lebih banyak talenta muda ke berbagai negara yang menjadi pusat keunggulan dunia agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan untuk mempercepat pembangunan nasional. Melalui langkah tersebut, para santri diharapkan tidak hanya menjadi pencari ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membawa Indonesia menuju peradaban yang lebih maju dan berdaya saing global.
(SWR)







